loading...

Tuesday, July 24, 2018

SHOLAT



*"BACAAN ATTAHIYYAT ADALAH DIALOG ANTARA RASULULLAH SAW. DENGAN ALLAH SWT.''*...............................................................:

*1. Seandainya kita mengetahui bahwa sebagian dari bacaan shalat itu adalah dialog antara Rasulullah SAW dengan Allah Azza wajalla, tentu kita tidak akan terburu-buru melakukannya...*
*Allahu Akbar, ternyata bacaan shalat itu dapat membuat kita seperti berada di syurga...*
*Mari kita camkan dan renungkan kisah berikut ini, tentu akan berlinang air mata kita, masya Allah...*
                                                                 *2. Singkat cerita, pada malam itu Jibril As. mengantarkan Rasulullah Saw naik ke Sidratul Muntaha. Namun karena Jibril As tidak diperkenankan untuk mencapai Sidratul Muntaha, maka Jibril As pun mengatakan kepada Rasulullah SAW untuk melanjutkan perjalanannya sendiri tanpa dirinya...*

*3. Rasulullah Saw melanjutkan perjalanan perlahan sambil terkagum-kagum melihat indahnya istana Allah Swt hingga tiba di Arsy...*
*Setelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya Muhammad Saw berhadapan dan berbincang secara langsung dengan Allah Azza wa Jalla...*
*Bayangkanlah betapa indah dan luar biasa dahsyatnya moment ini, Masya Allah..*

*4. Percakapan antara Muhammad Rasulullah Saw dengan Allah Subhanahu Wata'ala :*
*(1). Rasulullah Saw-pun mendekat dan memberi salam penghormatan kepada Allah Swt :*
*"Attahiyyatul mubarokastush shalawatuth thayyibaatulillah = Semua ucapan penghormatan, pengagungan dan pujian hanyalah milik Allah".*
*(2). Kemudian Allah Swt menjawab sapaannya :*
*"Assalamu 'alaika ayyujan Nabiyyu warahmatullahi wa barakaatuh* =
*Segala pemeliharaan dan pertolongan Allah untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat Allah dan segala karunia-Nya".*
*(3). Mendapatkan jawaban seperti ini, Rasulullah Saw tidak merasa jumawa atau berbesar diri, justru beliau tidak lupa dengan umatnya, ini yang membuat kita sangat terharu.*
*Beliau menjawab dengan ucapan :*
*Assalaamu 'alaina wa 'alaa 'ibadallahish  shalihiin"*= *Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kepada kami dan semua hamba Allah yang shalih"*
*Bacalah percakapan mulia itu sekali lagi, itu adalah percakapan Sang Khaliq dan hamba-NYA, Sang Pencipta dan ciptaan-NYA dan beliau saling menghormati satu sama lain, menghargai satu sama lain, dan lihat betapa Rasulullah Saw mencintai kita umatnya, bahkan beliau tidak lupa dengan kita ketika beliau di hadapan Allah Swt..."*
*(4). Melihat peristiwa ini, para Malaikat yang menyaksikan dari luar Sidratul Muntaha tergetar dan terkagum-kagum betapa Rahman dan Rahimnya Allah Swt, betapa mulianya Muhammad Saw...*
*Kemudian para Malaikat-pun mengucap dengan penuh keyakinan :*
*Asyhadu Allaa ilaaha illallah, wa asy hadu anna Muhammaddarrasulullah* = *Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan kami bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba Allah dan Rasul Allah".*

*5. Jadilah rangkaian percakapan dalam peristiwa ini menjadi suatu bacaan dalam shalat yaitu pada posisi Tahiyat Awal dan Akhir, yang kita ikuti dengan shalawat kepada Nabi sebagai sanjungan seorang individu yang menyayangi umatnya.*
*Mungkin sebelumnya kita tidak terpikirkan arti dan makna kalimat dalam bacaan ini.*
*Semoga dengan penjelasan singkat ini kita dapat lebih meresapi makna shalat kita. Sehingga kita dapat merasakan getaran yang dirasakan oleh para Malaikat disaat peristiwa itu...*
*Semoga bermanfaat untuk menambah kekhusu'an shalat kita. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.*

*6. Pesan :* *Jangan pernah tinggalkan karena di dalam kubur banyak jutaan manusia yang minta dihidupkan kembali hanya untuk beribadah kepada Allah Swt*
*Sesibuk apapun kita jangan pernah tinggalkan shalat*
*Sumber : Kitab Qissotul Mi'raj.*

*7. Sobat sekarang anda memiliki dua pilihan :*
*(1). Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini.*
*(2). Membagikan pengetahuan ini Insya* *Allah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu. Aamiin..*

*8. Silahkan di share Ya...* *Semoga yang klik suka dan share akan ditambahkan rezekinya, dan diangkat penyakitnya...Aamiin*

*9. Ya Allah... :*                                      

*(1). Muliakanlah orang yang membaca status ini.*
*(2). Lapangkanlah hatinya.*                                                   *(3). Bahagiakanlah keluarganya.*
*(4). Luaskan rezekinya seluas lautan.*
*(5). Mudahkan segala urusannya.*
*(6). Kabulkan cita-citanya.*
*(7). Jauhkan dari segala musibah.*
*(8). Jauhkan dari segala penyakit, fitnah, prasangka keji, berkata kasar, dan mungkar.*
*(9). Dan semoga yang me-like, komen Aamiin dan membagikan status ini rezekinya berlimpah Aamiin.ya robbal allamiin.*

*Boleh di share sebanyak mungkin !!*
Semoga bermanfaat
🙏🙏🙏

Sunday, July 22, 2018

Pecaya Diri pasti bisa

Penjara Pikiran



Sahabat...
Suatu hari ada seekor belalang yang terjebak dalam sebuah kotak, hingga beberapa lama ia tetap berdiam di kotak tersebut, melompat lompat dan berharap untuk dapat keluar. Tiba-tiba kotak tersebut terhempas oleh angin yang cukup kencang sehingga sang belalang dapat bebas berloncat-loncat riang di alam bebas.

Saat menikmati kebebasannya tiba-tiba belalang tersebut melihat belalang lain yang serupa dengannya namun dapat melompat lebih tinggi dan sangat cepat. Di hampirilah belalang tersebut dan sang belalang yang bigung bertanya. “Kenapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih cepat, padahal kita dari jenis yang sama dan umur kita tidak jauh berbeda”

Belalang itupun menjawab, “Kau tinggal dimana selama ini? Setiap belalang liar yang hidup di alam bebas pasti dapat lompat setinggi dan secepat ini”

Saat itulah si belalang yang telah terkurung beberapa lama di kotak menyadari bahwa selama ini lompatannya hanya setinggi kotak yang ia tinggali. Ia pun mencoba melompat lebih tinggi dan penuh optimis untuk dapat meloncat lebih cepat.

Seringkali kita sebagai manusia terkekang oleh pemikiran semu di dalam kotak yang hanya ada dalam pikiran kita yang membuat kita tidak dapat melompat lebih tinggi, meraih keberhasilan yang lebih besar maupun merasa tidak mampu mewujudkan impian kita.

Hinaan, lingkungan yang buruk, dan trauma di masa lalu membentuk keterbatasan kita dan membangun penjara pikiran yang menghambat kita meraih kesuksesan.

Sebagai manusia yang memiliki akal hendaknya kita selalu dapat berjuang, tidak mudah menyerah dan bekerja sebaik mungkin untuk meraih impian kita dengan penuh optimis.

Dengan kesungguhan hati dan kerja keras, setiap tantangan yang dilalui pastilah akan terbayar dengan kesuksesan yang akan kita raih.

Hiduplah dengan segala pilihan yang kita pilih sendiri, bukan dengan pilihan yang dipilihkan orang lain untuk diri kita. Dan yakin orang lain bisa kita pasti bisa!!!

Jikalau artikel ini bermanfaat bagi diri Anda, mohon share agar dapat bermanfaat juga bagi teman-teman Anda. Jadilah belalang yang menunjukkan bahwa teman Anda mampu melompat lebih tinggi juga sama seperti Anda.
****



Friend…
One day a grasshopper trapped in a box, until after some time he remained silent in the box, jump up and down and hope to be able to get out. Suddenly the box is slammed by a fairly strong wind so that the grasshopper can freely berloncat-jump merrily in the wild.
While enjoying his freedom suddenly the grasshopper see other locusts similar to it but can jump higher and very fast. At the head toward the grasshopper and the grasshopper bigung asked. "Why did you jump higher and faster, but we are of the same type and age we are not much different"
Grasshoppers and even then replied, "You stay where all this time? Each grasshoppers living wild in the wild can definitely jump as high and as fast as this "
That's when the locusts were trapped for some time in the box to realize that for the jump just as high as the box which he lived. He also tried to jump higher and optimistic to be able to jump faster.
Often we as humans are constrained by the apparent thinking inside the box that exists only in our minds that makes us unable to jump higher, achieve greater success and feel unable to realize our dreams.
Insults, bad environment, and the trauma of the past shape our limitations and build prisons mind that prevent us success.
As a man who has a sense we should always be striving, do not give up and do their best to achieve our dreams with great optimism.
With sincerity and hard work, every challenge that must be passed to be paid off with the success we will achieve.
Live with all the options we choose, not the option chosen for others to ourselves.
If this article was useful for you, please share to be useful also for your friends. Be locusts that indicates that your friend is able to jump higher is also the same as you.
You can certainly champion comrade ....

Seorang Ayah

KEGUNDAHAN SEORANG AYAH



Menjelang ajalnya, lelaki tua itu merasa gundah dan gelisah.
Air matanya mengalir membayangkan hisab yang akan diterimanya kelak.
Tak henti-hentinya ia berzikir dengan suara bergetar diliputi rasa takut dan harap bahwa ia telah menjalankan amanah kehidupan ini dengan baik.

Ada satu yang masih mengganjalnya yang membuatnya begitu gundah untuk meninggalkan dunia yang fana ini.
Lelaki tua yg sepanjang hidupnya selalu berjuang membela kebenaran ini kemudian mengumpulkan anak-anaknya.
Lalu terjadilah dialog yang Allah abadikan di dalam QS Al Baqarah ayat 133:

‎أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

"Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

Lelaki tua itu adalah Nabi Yaqub as. Kegundahan beliau bukan karena masa depan materi anak-anaknya, tapi masa depan iman dan tauhid anak-anaknya.
Subhanallah....
Inilah kegundahan seorang ayah yang paham betul apa makna warisan sesungguhnya.
Bukan harta atau materi yang perlu dikuatirkan sebagai warisan untuk masa depan anak-anaknya, tapi iman dan tauhid.

Kegundahan Nabi Yaqub as adalah kegundahan setiap ayah yang beriman kepada Allah dan hari akhir.
Kegundahan yang membuat seorang ayah berdoa siang dan malam dan menangis di sepertiga malam memikirkan iman anak-anaknya. Gelisah...
Apakah ia sudah menjadi ayah yang benar.
Apakah upayanya sudah maksimal untuk mendidik anak-anaknya.
Ia takut anak-anaknya akan menyeretnya ke neraka, karena belum maksimal mendidik anak-anaknya.

Kegundahan seorang ayah yang hanya bisa dijawab dengan iman dan tauhid dari anak-anaknya.

Kegundahan yang hanya bisa dijawab dengan perbuatan sholih anak-anaknya, baik ketika ia masih hidup maupun sesudah meninggal.

Bagi ayah yang beriman kepada Allah dan hari akhir..
prestasi seabreg anaknya belum cukup membuatnya tenang jika anaknya jauh dari iman dan tauhid.

Bagi ayah yang beriman kepada Allah dan hari akhir..
kebaikan dan kecintaan anak-anak kepadanya di masa tua belum cukup membuatnya tenang jika anaknya jauh dari iman dan tauhid.

Bagi ayah yang beriman kepada Allah dan hari akhir..
bukan warisan harta benda yang membuatnya kwuatir menelantarkan anak-anaknya sepeninggalnya, tapi warisan iman dan tauhid.

Bagi ayah yang beriman kepada Allah dan hari akhir..
bukan balas jasa materi yang ia harapkan dari anak-anaknya.
Tapi doa dari anak yang sholih.
Baik ketika ia baru meninggal, maupun sesudah lama ia meninggal. Ia yakin doa anak-anaknya akan mengurangi siksa kuburnya.

Bagi ayah yang beriman kepada Allah dan hari akhir..
tidurnya menjadi tidak nyenyak karena di kepalanya terus terngiang-ngiang ayat Allah berikut:

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kebahagiaan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar" (Qs. 4 : 9).

Wahai anak-anakku....
jika engkau mencintai ayahmu buatlah ia tenang dan bangga dengan iman dan tauhidmu.
Bukan hanya dengan prestasi semu, yang hanya menipumu dan menipunya.
Bukan hanya dengan prestasi semu yang tidak berguna di hari keabadian, bagimu dan baginya.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah.

QS Luqman : 33

🌀🌿🌀🌿🌀🌿🌀🌿